Selasa, Januari 27, 2015

Pulang, Sebuah Novel Sejarah Berbungkus Kisah Cinta



Saya suka sekali membaca buku. Bagi saya, buku adalah pelarian terbaik dari segala macam kepenatan jadwal kuliah. Saya suka semua jenis buku, mulai dari romance, science fiction, fan fiction, sampai novel-novel yang sedikit berbau filsafat. Hari ini saya akan memberikan rekomendasi my all time favorite book. Buku itu berjudul, Pulang karya Leila S. Chudori.

Awalnya, saya disuruh dosen untuk baca buku ini. Mulanya agak berat sih buat beli buku ini, harganya kurang pas sama kantong mahasiswa, hehe. Waktu itu saya beli di toko buku dengan harga 70.000 rupiah, lumayan kan? Tapi, setelah selesai membaca buku ini saya gak menyesal udah beli buku ini. Bukunya bagus. Saya suka sampulnya yang sederhana dan cukup merepresentasikan isi cerita buku tersebut. berbicara isinya, asli banget kalian yang suka sejarah harus baca buku ini.

Isi buku ini tidak melulu tentang sejarah. Buku ini juga memiliki kisah cinta yang tidak picisan. Latar belakang kisah tokoh-tokoh di dalamnya ada di berbagai negara, terutama Paris, Perancis. Kenapa Paris? Karena buku ini bercerita tentang ekspatriat yang lari ke luar negeri dan akhirnya tidak bisa pulang kembali ke tanah air. Di dalam buku ini juga diceritakan bagaimana para ekspatriat tersebut berjuang untuk bertahan hidup di negeri orang. Saya juga suka dengan gaya cerita pengarangnya dengan menggunakan surat sebagai penggambaran kisah tokoh-tokoh di dalamnya.

Jujur, saya jarang membaca novel berbahasa Indonesia. Bukan mau sok-sok-an atau apa, tapi saya lebih nyaman membaca novel berbahasa Inggris. Tapi, pulang bisa mendobrak kebiasaan saya itu. Pulang adalah novel yang lumayan berat untuk saya, mungkin karena unsur sejarah yang melekat dalam novel tersebut. Tapi, banyak sekali hal yang dapat diambil dari novel 460 halaman ini.

Pulang adalah sebuah drama keluarga, persahabatan, cinta, dan pengkhianatan berlatar belakang tiga peristiwa bersejarah: Indonesia 30 September 1965, Perancis Mei 1968, dan Indonesia Mei 1998.

I rate this book: 4.5/5