Minggu, Januari 25, 2015

CERITA SAYA TENTANG BUKU



Buku adalah jendela dunia. Terdengar klise, tapi pernyataan itu ada benarnya. Buku adalah gerbang menuju dunia yang tak terbatas. Buku adalah media yang dapat memanjakan dunia imajinasi, menjadikannya lebih besar dan luas. Buku adalah sarana bagi penulis untuk menuangkan segala ide dan kreativitasnya dalam runtutan kata-kata. Begitu banyak makna dan filosofi buku. Apa makna buku untukmu?
Buku bagi saya adalah tempat pelarian terbaik untuk menghindari kepenatan rutinitas. Setiap hari saya harus berkutat dengan jadwal kuliah yang padat, tugas, presentasi, kegiatan-kegiatan luar kampus. Setidaknya, dengan membaca buku pikiran saya akan lebih tenang dan terbuka.
Saya menulis artikel ini didorong oleh pengaruh yang saya dapatkan dari membaca buku. Saya ingin membagi pengalaman membaca ini dengan kalian, sesama pecinta buku. Saya ingin tahu bagaimana perasaan kalian saat membaca buku, bagaimana sebuah buku bisa memberikan pengaruh yang besar bagi pembacanya.
Apa buku favorit kalian?
Apa buku yang memberikan memori tersendiri saat kalian membacanya?
Siapa pengarang favoritmu?
Adakah kutipan dari buku yang kamu baca dan sampai sekarang masih terngiang di benakmu?
Pernahkah kalian, sehabis membaca sebuah buku, menyelesaikan semua chapter dalam buku itu, lalu bertanya, “Bagaimana kelanjutan kehidupan tokoh ini?”. Lalu kalian tersadar, itu tokoh fiksi, tidak nyata. Kalian berpikir bagaimana bisa sebuah buku menghantui kamu semua dengan pertanyaan-pertanyaaan yang timbul dalam otakmu?
Membaca buku, terutama novel, membuat kita memahami kehidupan orang lain, menyaksikan bagaimana seseorang menyelesaikan masalahnya, mengetahui bahwa begitu banyak manusia di dunia yang memiliki karakter dan sifat yang berbeda, menyaksikan realita-realita yang ada dan terjadi di seluruh belahan bumi, sampai menyelami keindahan negeri karangan si penulis yang berbeda dari kenyataan yang ada.
Buku-buku yang paling banyak saya baca adalah novel. Baik novel Indonesia atau novel-novel luar negeri. Biasanya, saya membaca novel yang bercerita seputar kehidupan remaja dan problematikanya. Namun, kadang saya juga membaca novel-novel berbau sejarah dan biografi.
Novel Indonesia yang saya suka berjudul Pulang, karya Leila S. Chudori. Saya sudah menulis review-nya di sini. Kalau ditanya siapa pengarang favorit saya, mungkin saya akan menjawab Dewi Dee Lestari. Mengapa? Karena sampai saat ini saya masih takjub dengan kejeniusan wanita ini.
Novel asing yang saya baca kebanyakan novel-novel populer yang sedang hits di tumblr. Seperti The Fault In Our Stars-nya John Green, Eleanor and Park-nya Raibow Rowell, dan If I Stay-nya Gayle Forman.
Oh iya, saya membaca novel-novel asing yang belum diterjemahkan, alias novel berbahasa Inggris. Bukan mau sok-sokan, hanya saja saya merasa ada yang hilang jika sebuah novel diterjemahkan. Selain itu, dengan membaca buku berbahasa Inggris sedikit-sedikit melatih saya untuk memperdalam bahasa Inggris yang sudah jarang saya gunakan. Tetapi, kalian jangan menganggap ketidaksukaan saya terhadap novel terjemahan ini sebagai pemikiran bahwa novel-novel terjemahan di Indonesia tidak bagus. No, i don’t think they are bad. Justru saya sangat mengapresiasi semua penerjemah buku-buku asing di Indonesia, karena saya tahu menerjemahkan sebuah buku itu bukan pekerjaan yang mudah. Hanya saja, saya bukan tipe yang suka membaca buku terjemahan.
Terima kasih sudah membaca artikel saya ini. Saya harap, tulisan ini bisa sedikit memacu kalian untuk mulai membaca. Saya akan mencoba untuk membuat review buku-buku yang sudah saya baca. Jadikanlah membaca sebagai kebutuhan, bukan hobi atau kegiatan di waktu senggang.
This is my favorite line from my favorite book, The Glass Castle by Jeanette Walls.
“You should never hate anyone, even your worst enemies. Everyone has something good about them. You have to find the redeeming quality and love the person for that.”

Ciao!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar